Read On 0 komentar

Arti Hidup

Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan, nikmatilah.

Hidup adalah tantangan, hadapilah.

Hidup adalah anugerah, terimalah.

Hidup adalah pertandingan, menangkanlah.

Hidup adalah tugas, selesaikanlah.

Hidup adalah cita-cita, capailah.

Hidup adalah misteri, singkapkanlah.

Hidup adalah kesempatan, ambillah.

Hidup adalah lagu, nyanyikanlah.

Hidup adalah janji, penuhilah.

Hidup adalah keindahan, bersyukurlah.

Hidup adalah teka-teki, pecahkanlah.

Uang, kebahagiaan, kesuksesan, cinta, dan seks, hanyalah bagian-bagian KECIL dari hidup.

Hidup adalah mengejar yang terbaik dalam semua prioritas yang terpenting dalam hidup, yaitu:

Bangkit dari Kegagalan, Membangun Karakter, Memiliki Integritas, Menjadi seperti apa diri kita kita seharusnya, dan Memberikan yang terbaik bagi sesama...

created by : (www.inspirasidahsyat.com)

Read On 3 komentar

Arti Segelas Susu

Ketika kita di tanya apa yang paling membuat kebahagiaan manusia saat ini. mungkin jawaban yang paling tepat adalah dengan memberi kebahagian kepada orang lain (K.G. Lim, 1995)...memberi memang lebih indah daripada menerima...Tak selamanya hidup ini stabil, ada saatnya kita mengalami goncangan hidup. Jabatan, kekayaan dan fasilitas yang dimiliki saat ini merupakan "baju" yang bisa terlepas setiap saat. Namun, kebahagiaan yang diperoleh jika kita "memberi dengan tulus" adalah sesuatu yang abadi...

Berikut ini merupakan kisah ilustrasi yang menggambarkan indahnya "memberi dengan tulus"...antara seorang Ibu pejabat dengan si pedagang asongan, disimak yaa...I need your Comment...ok...

Suatu hari seorang anak lelaki miskin yang hidup berprofesi sebagai pedagang asongan guna membayar biaya kuliah serta untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, ia menjajakan barangnya dari rumah ke rumah dan biasanya dilakukan di kompleks-kompleks perumahan Dinas... suatu ketika, kondisi anak itu sangat lapar tapi belum sepeser pun ia peroleh dari hasil jualannya sehingga ia memutuskan untuk meminta makanan di rumah berikutnya. Akan tetapi ia kehilangan hasrat untuk meminta makanan saat melihat seorang ibu muda (istri pejabat) yang membuka pintu rumah tersebut. Akhirnya ia pun hanya berani meminta segelas air. sambil melihat wajah anak muda tersebut si Ibu terus berpikir, bahwa "anak muda ini pastilah sangat lapar", Oleh karena itu, Ibu muda tadi membawakan segelas susu untuk diberikan kepada pemuda tersebut. Dengan perasaan haru anak itu langsung meminumnya dan bertanya, "berapa saya harus bayar untuk segelas susu ini bu..?"..Si Ibu menjawab "..Kamu tidak perlu membayarnya, bukankah kita harus menolong orang dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan..." sambil minum si anak berkata dalam hatinya.." betapa baik ibu ini, dia bukan saja kaya harta tapi juga kaya akan amal...semoga tuhan membalasnya dengan kebaikan yang setimpal..."

Hari berganti hari...si ibu yang muda kini usianya agak lanjut dan mulai sakit-sakitan, apalagi sang ibu kini berstatus janda, yang dulunya kaya kini hartanya mulai terkuras karena dipakai untuk mengobati penyakitnya yang tak kunjung sembuh...

singkat cerita...suatu ketika penyakit si ibu sudah sangat parah, uang yang tersisapun suah tidak cukup lagi untuk membayar biaya pengobatan...Karena melihat kondisi si Ibu mulai memprihatinkan, rekan-rekan si ibu yang sesama janda pensiunan memutuskan untuk menjual benda-benda si Ibu yang masih tersisa, akhirnya si Ibu pun di kirim ke ibukota untuk mendapat pelayanan yang lebih intensif, lagi pula dokter-dokter yang berada di kota memiliki pengalaman yang lebih dalam mengobati penyakit si Ibu tadi...

Setelah sampai dikota, si Ibu pun segera dimasukkan di salah satu rumah sakit terkenal disana...Rumah sakit itu dipilih karena ada seorang dokter yang sangat ahli dalam menangani pasien yang penyakitnya sama seperti penyakit yang diderita si Ibu tersebut...dokter itu adalah dr. Sobur Nurjaman Ali, dokter ini dipanggil khusus melakukan pemeriksaan dan menagani si Ibu...sambil berbincang-bincang dengan si Ibu dokter tersebut mulai memeriksanya...hanya beberapa saat saja Ibu dan sang dokter mulai terlihat akrab, si Ibu pun tak tanggung-tanggung menceritakan perjalanan hidupnya kepada sang dokter...mulai saat itu si Ibu yang tergolek lemah tersebut menjadi perhatian dr sobur dengan kasih yang tulus...hari berganti hari, kondisi kesehatan si Ibu pun terlihat ada kemajuan.

Memasuki bulan ketiga di rumah sakit tersebut si Ibu benar-benar sembuh, tapi tidak tampak sedikitpun wajah gembira dari si Ibu karena beliau memikirkan biaya pengobatan selama tiga bulan tersebut, meliat kondisi sang ibu, dr Sobur langsung ke bagian keuangan dan melunasi semua biaya pengobatan si Ibu...beberapa saat kemudian petugas administrasi rumah sakit datang menemui si Ibu dan menyerahkan sebuah amplop yang isinya adalah bukti pembayaran biaya pengobatan...dengan rasa was-was si Ibu memberanikan diri untuk membuka amplop itu...sang ibu kaget karena semua biaya telah lunas di bayar...tapi yang paling mengejutkan ketika si Ibu membaca tulisan kecil pada pojok bawah dari lembar itu, yang di tinggalkan sang dewa penyelamat tersebut...tulisan itu berbunyi ..."Telah dibayar lunas semua biaya pengobatan ibu dengan segelas susu..." Tertanda : Si pedagang asongan "dr Sobur Nurjaman Ali"

Gimana ceritanya....????
Kisah inspiratif diatas dikutip dari buku "SETENGAH ISI, SETENGAH KOSONG" Penulis Parlindungan Marpaung...

Tidak bermaksud menggurui...saya hanya ingin berbagi cerita gimana sih indahnya jika kita "...Memberi dengan tulus bukan Memberi lalu ditulis..." semoga bisa bermanfaat bagi yang membacanya...Adapaun beberapa kisah inspiratif lainnya yang saya kutip adalah Harga waktu ayah dan Hukuman

Untuk menghargai jasa besar sang penulis berikut sedikit info tentang si penulis buku setengah isi setengah kosong :

Pria kelahiran Jambi 13 Nov 1968 ini merupakan "The Inspiring Trainer di sejumlah perusahaan mulai dari perusahaan farmasi, rumah sakit, tekstil, garmen, perbankan, universitas, entertaintment, broadcasting, BUMN/BUMD, hingga perusahaan daerah...

Dari sejumlah buku-buku inspiratif yang pernah saya baca, Buku "setengah isi, setengah kosong" ini sangat luar biasa dan sangat inspiratif, karena dari 63 cerita pendek yang dipaparkan dalam buku tersebut, semuanaya sangat sarat akan hikmah dan bisa dijadikan pembelajaran yang baik dalam menemukan arti hidup yang sesungguhnya...Thanks Bung Parlin...Sukses selalu...
Read On 1 komentar

Hukuman

Pemberian hukuman memang merupakan salah satu alat yang ampuh untuk menegakkan disiplin seseorang, baik di lingkungan keluarga dan perusahaan. Namun terkadang, pemberian hukuman lebih diarahkan pada pelampiasan kekesalan dan dendam pribadi, bukan untuk merubah tingkah laku seseorang dan yang harus digaris bawahi adalah pemberian hukuman seyogyanya tidak mengamputasi motivasi seseorang..."Asyiik choy"...Udah mirip dosen ya...hehehe

Ok..Next...semoga cerita inspiratif dibawah ini bisa membuat kita tahu bagaimana cara memberikan hukuman...karena hukuman yang efektif dan waktu yang tepat akan menghasilkan dampak perubahan tingkah laku yang optimal...

Dikisahkan sepasang suami istri yang sibuk bekerja meninggalkan anaknya yang masih berusia 3 tahun bernama Ita, bersama sang pembantu dirumah. Namanya juga anak-anak yang suka mengeksplorasi diri, Ita pun demikian. Sambil bermain dia mencoret-coret tanah dihalaman dengan lidi, sementara sang pembantunya menjemur kain dekat garasi. puas dengan mencoret tanah, ia menemukan sebuah paku berkarat dan mulai mencoba untuk menggores-gores mobil ayahnya yang berwarna hitam. karena masih baru, mobil tersebut jarang digunakan oleh ayahnya ke kantor. maka penuhlah mobil tersebut dengan coretan gambar Ita.

Begitu ayahnya pulang, dengan bangga Ita memberitahu tentang gambar-gambar yang sudah dibuat di mobil baru ayahnya tersebut. Bukan pujian yang diterimanya, melainkan kemarahan yang sangat besar. Pertama kali yang kena damprat adalah sang pembantu karena dianggap tidak mengawasi Ita dirumah. baru giliran anaknya yang dihukum. Demi mendisiplinkan sang anak, maka si ayah mulai mengajar anaknya, bukan dengan kata-kata tapi dengan pukulan. dipukullah kedua telapak tangan dan punggung tangan anaknya dengan apa saja yang ditemukan disitu. mulai dari mistar, ranting sampai lidi disertai luapan emosi yang tak terkendali.

"ampun, 'yah! sakit...sakit, ampun!" Jerit sang anak yang masih berusia 3 tahun tersebut sambil menahan rasa sakit ditangannya yang sudah mulai berdarah-darah. Si ibu hanya diam saja, seolah-olah merestui tindakan disiplin yang ditegagkan oleh suaminya.

setelah puas menghajar anaknya, si ayah menyuruh pembantu membawa Ita ke kamarnya. dengan hati yang teriris, sang pembantu membawa ita ke kamarnya. Sore hari ketika dimandikan, Ita menjerit-jerit menahan perih. Keesokan harinya tangan Ita mulai membengkak, sementara Ayah dan Ibunya tetap bekerja seperti biasa tanpa ada perhatian sedikitpun terhadap kondisi si anak, bahkan ketika sang pembantu memberitahukan keadaan si Ita, Ibunya hanya mengatakan "oleskan obat saja!".

Hari berganti hari hingga suhu badan Ita Mulai panas karena luka di tangannya sudah terinfeksi. Sang pembantu kembali memberitahukan keaadan si Ita yang mulai panas, tapi jawaban yang sama juga diterimanya dari si Ibu.."Beri saja Obat Penurun Panas!". Hingga suatu malam, suhu badan Ita makin panas, bahkan dia mulai mengigau, sadar akan hal itu mereka bergegas membawa ita ke rumah sakit. beberapa saat setelah dokter memeriksa keadaan Ita, dokter menyimpulkan bahwa demam si anak berasal dari tangannya yang sudah terinfeksi dan mulai membusuk akibat luka-lukanya.

Setelah seminggu diopname kondisi si Ita masih tetap sama, akhirnya sang dokter memanggil kedua orangtuanya dan mengatakan, "Tidak ada pilihan lain...Tangan si Ita Harus segera di AMPUTASI...karena hanya itu cara satu-satunya agar Ita bisa selamat.."

Mendengar berita itu, kedua Orangtua Ita bagai tersambar petir. Dengan airmata yang berurai dan tangan yang gemetat, mereka menandatangani surat persetujuan amputasi tersebut dan oprasi pun dilakukan...Setelah reaksi dari obat bius mulai berkurang si Ita pun mulai sadar, Ita terbangun sambil menahan rasa sakit dan bingung melihat kedua orang tuanya dan si pembatu yang menangis di sampingnya, lebih kaget lagi setelah Ita melihat kedua tangannya yang dibalut dengan kain putih...

Sambil menahan rasa sakit Ita berkata kepada kedua orang tuanya..." Ayah...Ibu...Ita minta Maaf...Ita tidak akan melakukannya lagi...Ita sayang Ayah, Sayang Ibu, dan juga sayang sama bibi...Ita minta ampun karena sudah mencoret-coret mobil ayah!!!.." Si ibu dan ayah semakin menangis mendengar kata-kata Ita tersebut.

"ayah!, tolong kembalikan tangan Ita, untuk apa di ambil...Ita janji tidak akan melakukannya lagi..!!
Ibu..!!!, Ita cuman mau pinjam sebentar saja, Ita mau menyalami Ayah, Ibu dan bibi untuk minta maaf..."


Perasaan menyesal bagi kedua orangtua Ita sudah tidak ada gunanya...

sumber : buku "SETENGAH ISI, SETENGAH KOSONG" Penulis Parlindungan Marpaung...
Read On 0 komentar

Tips Memilih Template

Tips Memilih TemplateTips Memilih Template Terkadang kita begitu terobsesi dengan template yang ‘glamour.’ Hal ini ditambah dengan begitu banyaknya pilihan template/themes yang beraneka warna. Banyak yang lupa bahwa visitor tidak begitu peduli dengan glamornya template yang kita pakai. Orang masuk ke blog kita umumnya karena isinya yang menarik, orisinil dan unik.

Selain itu, kalau kita perhatikan, situs-situs bertraffic tinggi rata-rata berpenampilan sederhana. Lihat misalnya tiga situs bertraffic tertinggi di dunia: google.com, yahoo.com dan msn.com. Ketiganya memakai template minimalist: background putih, font tulisan warna hitam dan warna tulisan di menunya yang tidak menyolok. Google.com, situs no. 1 di dunia termasuk pelopor minimalist di mana cuma ada kotak search engine dan sedikit menu link di atasnya. Dulu, yahoo.com memiliki banyak link di halaman utama / frontpage-nya, tapi sekarang sudah ‘ketularan’ google. Intinya, the simple but perfect.

Oleh karena itu, memilih template harus mempertimbangkan poin-poin di atas: pilihlah template atau themes yang rapi, background warna yang sederhana, dan warna font artikel yang enak dibaca. Selain itu, tak kalah pentingnya adalah “kerapian blog.” Blog yang rapi artinya: (a) sidebar tidak melorot; (b) font artikel cukup satu warna dan satu macam; (c) blogroll atau banner terpasang rapi dan tertata; (d) cocok dibuka dengan berbagai browser, terutama IE dan firefox.
Sekarang terserah anda, mau diapakan tampilan template blog anda
Tapi bagi anda yang merasa kurang puas dengan template yang sudah disediakan alias templates default, anda bisa kunjungi situs-situs yang menyediakan berbagai macam template gratis yang unik dan menarik, salah satunya adalah www.btemplates.com

Tips dari fatihsyuhud.com.....Thanks for this inspiration


Read On 2 komentar

Harga Waktu Ayah

Andre, seorang anak yang setiap sore selalu menanti kepulangan ayahnya dari kantor untuk sekedar mengajaknya bermain. sore itu, sepulang kerja, sang ayah ditanya oleh Andre, "Ayah, ayah kerja di kantor dibayar berapa sih sebulan?"

sembari mengernyitkan dahi si ayah menjawab, " Ya, sekitar Rp 2.500.000!"

"Kalau sehari berarti berapa, yah?" sela Andre.

Ayah mulai bingung, "Seratus ribu rupiah, ada apa sih? Kok tanya gaji segala!"

Akan tetapi, Andre tetap bertanya lagi, "kalau setengah hari berarti Rp 50.000, dong?"

"Iya, memangnya kenapa?" sahut sang ayah mulai jengkel.

Si anak dengan mantap mengajukan permohonan, "Gini Yah! Tolong tambahin dong tabungan andre, Rp 5.000 saja. Soalnya, Andre sudah punya tabungan sebesar Rp 45.000. Rencananya, Andre mau membeli ayah setengah hari saja!... supaya kita bisa pergi memancing bersama!"


"Thanks For This Inspiration"

Setengah Kosong, Setengah Isi (Parlindungan Marpaung)

Read On 1 komentar

Millennium Development Goals

Millennium Development Goals (MDG) atau Tujuan Pembangunan Milenium adalah delapan (8) tujuan yang ingin dicapai oleh berbagai bangsa pada tahun 2015 untuk menjawab tantangan-tantangan utama pembangunan di seluruh dunia. MDG merupakan komitmen bersama negara-negara maju dan negara-negara berkembang dalam menangani permasalahan utama pembangunan termasuk didalamnya kemiskinan dan hak asasi manusia di dalam satu paket.
Delapan poin ini tergabung dalam tujuan yang dinamakan Millennium Development Goals (MDGs adalah sebagai berikut :

1. Eradicate extreme poverty and hunger: Penghapusan kemiskinan
2. Achieve universal primary education: Pendidikan untuk semua
3. Promote gender equality and empower women: Persamaan gender
4. Combat HIV/AIDS, malaria, and other diseases: Perlawanan terhadap penyakit
5. Reduce child mortality: Penurunan angka kematian anak:
6. Improve Maternal Health: peningkatan kesehatan ibu
7. Ensure environmental sustainability: Pelestarian lingkungan hidup
8. Develop a global partnership for development: Kerjasama global

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Millenium_Development_Goals"

MDG dideklarasikan pada bulan september tahun 2000, disepakati oleh 189 negara dan ditandatangi oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Dalam KTT tersebut seluruh perwakilan negara yang hadir sepakat untuk menurunkan proporsi penduduk yang pendapatannya kurang dari US$ 1 per hari menjadi setengahnya antara periode 1990-2015, menemukan solusi untuk: mengatasi kelaparan, masalah gizi buruk dan penyakit, mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menjamin pendidikan dasar bagi setiap orang dan mendukung prinsip-prinsip Agenda 21 mengenai pembangunan berkelanjutan serta dukungan langsung dari negara-negara maju kepada negara-negara berkembang dalam bentuk bantuan, perdagangan, pembebasan utang dan investasi.

Fokus utama dalam MDG adalah pembangunan manusia, dengan meletakkan dasar pada konsensus dan kemitraan global untuk pembangunan. Diharapkan, negara-negara yang lebih kaya dapat mendukung negara-negara miskin dan berkembang dalam melaksanakan tugas pembangunan mereka. Informasi lebih lanjut mengenai MDG dapat dilihat di situs UNDP bagian MDG yaitu http://www.undp.org/mdg/, dan http://www.undp.or.id/mdg/ khusus untuk MDG dan Indonesia.

Sekretariat dan beberapa agen pembangunan PBB bersama perwakilan berbagai lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia dan OECD serta ahli pembangunan internasional lainnya menetapkan delapan tujuan pembangunan milenium dengan satu atau beberapa target untuk setiap tujuan (seluruhnya ada 18 target), serta 48 indikator untuk memonitor dan mengukur kemajuan target-target dan tujuan-tujuan yang ditetapkan, antara periode 1990 – 2015. Informasi lengkap mengenai indikator-indikator tersebut dibahas dalam salah satu situs PBB yaitu http://milenniumindicators.un.org/unsd/mi/mi_goals.asp.

Dengan menetapkan berbagai target serta indikator, diharapkan setiap negara yang berkomitmen untuk mencapai MDG dapat lebih mudah memberikan gambaran pencapaian pembangunan manusia di negaranya. Meskipun merupakan kesepakatan global, MDG tetap diarahkan untuk mengakomodasi nilai-nilai lokal sesuai dengan karakteristik masing-masing negara, agar setiap negara lebih mudah melaksanakan usaha-usaha pembangunan dalam mencapai MDG.

Read On 0 komentar

Laporan Perkembangan MDGs

Kantor statistik PBB mengeluarkan laporan rutin kemajuan MDG dengan menggunakan indikator-indikator yang telah ditetapkan dalam mencapai target–target pembangunan di negara-negara berkembang. UNDP (The United Nations Development Programme) membantu negara-negara berkembang dalam membuat laporan dan rencana MDG di tingkat negara. Monitoring di tingkat negara ini merupakan elemen penting dalam menilai kemajuan MDG dan dapat membantu negara-negara berkembang menggunakan sumber daya yang ada untuk dapat mencapai target.

Pemerintah Indonesia sendiri mengeluarkan laporan MDG pertama kali pada tahun 2004. Di bawah kepemimpinan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), berbagai elemen pemerintah dibantu oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan kelompok kerja PBB untuk MDG menyusun laporan MDG dengan memanfaatkan sumber data yang tersedia, diantaranya dari Survei Sosial-Ekonomi Nasional (Susenas), Sensus Penduduk, data-data dari Departemen Kesehatan, Dinas Pendidikan Nasional serta sumbRata Penuher-sumber data lainnya. Tim tersebut mengkaji kembali sumber-sumber data yang ada yang dipergunakan sebagai indikator dalam mencapai MDG. Dengan dibuatnya laporan perkembangan MDG ini diharapkan ada kesamaan persepsi tentang posisi Indonesia berkaitan dengan sasaran MDG serta menetapkan sasaran yang harus dicapai di masa yang akan datang. Laporan ini diperbaharui setiap tahun, sejak tahun 2004, dan dapat diakses melalui http://www.undp.or.id/pubs/mdg_report.asp, tersedia dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris.

Bidang Air Minum
Keadaan dan kecenderungan yang terjadi dalam bidang air minum di Indonesia yakni belum terpenuhinya pelayanan kualitas air minum serta masih rendahnya cakupan dan tingkat pelayanan air minum. Saat ini, kualitas air yang dialirkan PDAM hingga sampai ke pelanggan tidak/belum memenuhi kualitas standar air minum. Dengan kata lain, masih dalam batas kualitas air bersih. Hal itu terjadi karena terkontaminasinya air dalam proses pengalirannya yang disebabkan jaringan distribusi yang kurang layak dan kondisi perpipaan yang buruk. Selain itu, terdapat kerancuan penggunaan terminologi air minum dan air bersih. Sesuai dengan standar kualitas air yang berlaku di Indonesia, kualitas air untuk masyarakat adalah standar air minum sesuai dengan PP No.16/2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Kebijkanan Nasional Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat bahwa pelayanan air kepada masyarakat harus memenuhi kualitas air minum.

Dalam laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia dipaparkan juga mengenai tingginya tingkat un-accounted for water yaitu tingkat kebocoran air. Data menunjukkan pada tahun 2000 tingkat kebocoran air untuk PDAM seluruh Indonesia mencapai 22-43% dengan rata-rata sebesar 36%. Akibat tingginya biaya investasi air minum, dibutuhkan anggaran khusus untuk bidang air minum sebesar Rp 42,8 triliun. Dengan kata lain, dibutuhkan Rp. 3,3 triliun per tahun hingga 2015 dengan tidak memasukkan kebutuhan anggaran guna pengembangan institusi investasi per kapita US$ 40. Rendahnya keterlibatan swasta, pembangunan dan pengelolaan air bersih (air minum) di Indonesia yang masih sangat rendah. Pasalnya, baru 20 perusahaan swasta yang telah beroperasi. Penurunan kualitas dan kuantitas sumber air baku, yang diakibatkan penurunan kualitas lingkungan dan kualitas air di beberapa aliran sungai menurun akibat polusi. Rendahnya keperdulian dan kesadaran masyarakat yang berkaitan dengan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Namun, terdapat potensi pada masyarakat bahwa masyarakat memiliki daya tersembunyi dalam bentuk kesediaan membayar untuk pelayanan air minum.

Maka terkait tantangan yang dihadapi di bidang air minum, pencapaian target Millenium Development Goal (MDG) 2005 antara lain :
Perdebatan mengenai kesepakatan kualitas air yang dialirkan ke masyarakat yang harus memenuhi standar kualitas air layak minum
Untuk meningkatkan cakupan maupun kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat diperlukan perencanaan penyediaan air yang mengacu pada permintaan, memobilitasi seluruh potensi pendanaan untuk memenuhi permintaan yang ada, terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat, terus melakukan kampanye pentingnya hidup bersih dan sehat kepada masyarakat
Anggaran yang dibutuhkan sampai 2015 di bidang air minum mencapai Rp.42,28 triliun atau Rp 3,3 triliun per tahun agar terjadi penambahan kapasitas pengaliran minimal 93.000 l/detik
Diperlukannya partisipasi aktif dunia usaha, swasta dan masyarakat untuk membiayai investasi air mengingat terbatasnya anggaran pemerintah
Penyediaan database yang valid dan akurat bagi kawasan perkotaan dan perdesaan
Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan, pembangunan, pengoperasian dan pengelolaan yang berhubungan dengan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat perlu ditingkatkan.

Adapun kebijakan sebagai pertimbangan dalam mencapai target MDG 2005 adalah :
Penyusunan kebijakan dan strategi yang mencakup rencana tindak pencapaian target.
Pengembangan alternatif sumber pembiayaan untuk pengembangan maupun pembangunan prasarana dan sarana air minum yang bertumpu pada kemampuan pemerintah kabupaten/kota.
Peningkatan mekanisme penyesuaian tarif agar mengarah pada beroperasinya PDAM secara swadana.
Pengembangan alternatif pola pembiayaan bagi pembangunan dan pengelolaan air minum.
Perlindungan sumber air baku secara lintas sektoral dan lintas kabupaten/kota dengan membentuk Water Board Authority.
Pengembangan program konservasi alam, lingkungan hidup, dan sumber daya air sebagai upaya mempertahankan keandalan ketersediaannya air baku.
Peningkatan kemampuan teknis dan pengelolaan PDAM menuju profesionalisme korporasi serta pemisahan secara tegas antara fungsi operator dan regulator dalam pembangunan dan pengelolaan air bersih.
Peningkatan partisipasi dunia usaha swasta dan masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan air bersih.
Pendidikan serta kampanye PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) yang berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan melalui pemberdayaan masyarakat pedesaan.
Peningkatan peran aktif masyarakat pedesan dalam penyedian dan pengelolaan air bersih pedesaan.
Pemberian bantuan teknis dan pelatihan teknis bagi masyarakat pedesaan serta peningkatan rasa memiliki masyarakat pedesaan.
Perbaikan pemantauan sistem dan evaluasi melalui pendekatan patisipatif.

Program yang telah dilakukan oleh Indonesia untuk mencapai target MDG adalah penyusunan dan sosialisasi kebijakan nasional pembangunan prasarana dan sarana air minum dan penyehatan lingkungan guna memfasilitasi pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan dan penyediaan air minum serta penyehatan lingkungan; bantuan pendampingan bagi PDAM untuk memperbaiki kinerja menuju profesionalisme; peningkatan peran aktif masyarakat melalui sharing investment approach; penyusunan format dan kriteria pencatatan data dasar cakupan pelayanan air bersih pedesaan maupun perkotaan
Read On 0 komentar

MDGs dan Indonesia

Bagaimana MDG dipandang dalam konteks pembangunan di Indonesia? Menghadapi berbagai tantangan dan hambatan serta masih banyaknya pekerjaan yang belum diselesaikan dalam melaksanakan pembangunan, diantaranya masih tingginya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, terutama perempuan, masih belum terpenuhinya akses pendidikan dasar yang merata bagi semua orang, masih tingginya angka kematian ibu dan bayi serta masih tingginya angka pengangguran terutama pengangguran terbuka dan kurangnya kesempatan kerja di sektor formal, pemerintah Indonesia bertekad untuk dapat mencapai MDG.

Dengan menandatangani Deklarasi Milenium, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menempatkan MDG menjadi referensi penting dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan menggunakan MDG sebagai bahan acuan dalam pembangunan, mulai dari tahap perencanaan seperti yang dinyatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sampai tahap implementasi. MDG bahkan telah menjadi dasar perumusan Strategi Penanggulangan Kemiskinan di tingkat nasional dan daerah.

Menyadari bahwa sumber pendanaan dalam negeri yang ada masih belum mencukupi untuk membiayai program-program pembangunan, pemerintah memandang penting dukungan dunia internasional bagi pelaksanaan pembangunan di Indonesia. Hal ini dipertegas dengan adanya pernyataan dalam laporan MDG Indonesia tahun 2005, bahwa bagi Indonesia, pelaksanaan tujuan ke-8 yaitu “membangun kemitraan global untuk pembangunan” merupakan salah satu prasyarat dalam mencapai tujuan ke-1 hingga ke-7. Kerjasama dan kerja keras berbagai pelaku pembangunan, termasuk lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta serta komunitas donor/lembaga internasional memegang peranan penting dalam mencapai MDG.

Read On 0 komentar


Komentar Terbaru

Postingan Terbaru

Photobucket

Pengikut